Budi
Dipublikasikan: 27 December 2025 - 04:39
RAWALUMBU (KEMENAG) – KUA Kecamatan Rawalumbu menggelar sesi kedua Bimbingan Perkawinan (Bimwin) pada Kamis (04/12/2025) dengan fokus materi dinamika perkawinan dan manajemen konflik. Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Rawalumbu, Ustadz Miasan, S.Sos., kepada delapan pasang calon pengantin.
Dalam pemaparannya, Miasan menekankan bahwa kehidupan rumah tangga membutuhkan kesiapan yang lebih dari sekadar rasa cinta.
“Keluarga sakinah tidak hadir begitu saja. Ia dibangun dari ilmu, kesabaran, dan saling memahami,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komunikasi antar pasangan memegang peran besar dalam menjaga keharmonisan.
“Banyak persoalan rumah tangga bukan karena masalah besar, tetapi karena cara komunikasi yang kurang tepat,” jelasnya.
Menurut Miasan, ketahanan keluarga akan diuji ketika perbedaan muncul.
“Yang penting bukan seberapa sering perbedaan itu terjadi, tetapi bagaimana pasangan mengelolanya dengan dewasa, saling menghargai, dan tetap dalam koridor syariat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesiapan mental dan spiritual harus menjadi prioritas sebelum memasuki pernikahan.
“Jika pasangan siap secara spiritual dan psikologis, maka perjalanan rumah tangga akan lebih mudah diarahkan menuju sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ungkapnya.
Kepala KUA Rawalumbu, H. Husen, S.Ag., mengapresiasi pelaksanaan bimbingan tersebut karena memberikan wawasan mendalam mengenai ketahanan keluarga. Ia berharap kegiatan Bimwin terus berjalan secara rutin.
“Insyaallah kami usahakan untuk terus menyelenggarakan Bimwin secara rutin. Mudah-mudahan memberi dampak bagi keharmonisan keluarga di Rawalumbu di masa mendatang,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan sertifikat Bimwin kepada seluruh peserta.