Tata Usaha

Dukung Penguatan SDM, Kemenag Kota Bekasi Sambut Ajakan Diskusi Analisis Kebutuhan Pelatihan Dari BDK Bandung

Budi

Dipublikasikan: 27 December 2025 - 04:40

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi menyambut positif ajakan diskusi dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Bandung terkait Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP) untuk peningkatan kompetensi ASN, Jumat (05/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Kemenag Kota Bekasi ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan pengembangan kapasitas aparatur dengan tuntutan layanan publik yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, Kantor Kemenag Kota Bekasi memaparkan sejumlah usulan pelatihan prioritas yang dibutuhkan oleh guru, penyuluh, penghulu, serta ASN lainnya. Usulan ini disampaikan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan dan hasil evaluasi kinerja layanan yang selama ini dijalankan.

Salah satu kebutuhan yang menonjol adalah pelatihan pendidikan inklusif bagi guru-guru Raudhatul Athfal (RA). Pelatihan ini dinilai sangat mendesak karena guru RA berhadapan langsung dengan keragaman kemampuan serta karakteristik peserta didik. “Kami mengajukan pelatihan khusus pendidikan inklusif untuk guru-guru RA, karena di lapangan kami menghadapi tantangan nyata dalam menangani anak-anak dengan kebutuhan khusus,” terang Erti Herawati, Ketua IGRA KKRA Kota Bekasi.

Selain pada sektor pendidikan, Kantor Kemenag Kota Bekasi juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi bagi para penyuluh agama. Saat ini banyak calon penyuluh telah menyelesaikan Pelatihan Dasar CPNS, namun belum tersedia pembekalan khusus terkait jabatan fungsional yang akan mereka jalankan. “Kami memandang perlu adanya pelatihan dasar jabatan fungsional penyuluh sebelum mereka resmi diangkat, agar para calon penyuluh memiliki fondasi kompetensi yang kuat saat mulai bertugas,” ujar Heri Aripin, Kepala KUA Kecamatan Pondokmelati.

BDK Bandung menyambut baik seluruh usulan yang disampaikan dan mendorong agar Kantor Kemenag Kota Bekasi selalu memperbarui data kebutuhan pelatihan secara berkala. Pendekatan berbasis analisis kebutuhan dinilai sebagai metode yang efektif untuk memastikan pelatihan yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan kompetensi aparatur.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Bekasi, H. Abdul Syakur, juga berharap bahwa ke depan, hasil diskusi ini dapat memperkaya ragam pelatihan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi. “Pemetaan kebutuhan yang dilakukan bersama BDK Bandung menjadi langkah penting untuk memastikan setiap pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan komunikasi serta menyusun daftar prioritas pelatihan . Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan keagamaan di Kota Bekasi secara lebih merata, adaptif, dan berkelanjutan.

Bagikan ke: